Course Details

Open CourseWare (OCW) Fakultas Ilmu Terapan (FIT)
Advanced Network Security: Mastering Cryptography, Authentication, VPNs, Firewalls, and Using IPTables for Maximum Protection
Last Update:

July 4, 2024

Review:
0(0)

About Course

Source : onlinelearning.telkomuniversity.ac.id

  •  

    Cource Identity

    Network Security course provides students with understanding and knowledge to recognize about:

    1. Network security basics,
    2. Attacking techniques
    3. Network security

    The course DCH3D3 NETWORK SECURITY is given in semester 5. The credit load is 3 credits which are divided into 5 meeting hours per week, consisting of 2 hours of theory, and 3 hours of practicum.

    Learning Outcomes

    After taking this course, students are expected to be able to make network defense system planning.

    Course Profile and History

    This course is a compulsory course for D3 Computer Technology study program students in the 2016 curriculum. This course follows certification materials in the field of Network security including:

    1. CEH (Certified Ethical Hacker) from EC-Council for Study 1

    2. ENSA (EC-Council Network Security Administrator) for Review 2

    3. CISSP (Certified Information Systems Security Professional) for Review 2

    4. Information security lecture material from Mr. Budi Rahardjo for cryptography material

    5. ID-CERT training material

    Course Relevance (Urgency)

    With the development of the Internet of Things, there are various security threats on the Internet. For this reason, an understanding of network security is needed.

    Material Map (Study or Subject Matter)

    The course is divided into 3 studies namely:
    1.Attack Techniques
    2.Defense Techniques
    3.Building a Defense System
     

    Subject matter:

    1. Introduction to Network Security
    2. Assault Technique
    3. Password Security
    4. Sniffing & Dos
    5. Wireless Security
    6. Basic Cryptography
    7. Advanced Cryptography
    8. Authentication & VPN
    9. Firewall
    10. IDS
    11. Security System Design
    12. Malware

    13. Digital Forensics

    e-Learning based Course Learning Plan

    Network security courses require a lot of practice, e-learning materials are prepared only to provide an introduction to Network Security material.

    Week 1. Introduction to Network Security
    1. Introduction to the concept of Network Security
    2. Introduction to Basic Elements of Network Security
    3. Introduction to CIA Aspects
    4. Hacking Simulation Exercise
    Week 2. Assault Technique
      1. Introduction to Assault Techniques
      2. Anatomy of Hacking
      3. Scanning Theory
      4. Scanning Exercise -Nmap
      5. Understanding the scan result
      6. Enumeration Exercise
    Week 3. Password Security
    1. Password Security
    2. Password Cracking Technique
    3.  Dictionary Attack
    4. Brute Force Attack
    5. Wordlist
    6. Password Cracking Exercise
    Week 4. Sniffing & Dos
    1. Sniffing Techniques
    2. ARP Spoofing
    3. DDoS
    4. Sniffing Practice
    5. Vulnerability Scanning Practice
    Week 5. Wireless Security
    1. Metasploit
    2. Wireless Cracking
    3. Web Security
    4. Metasploit Practice
    5. Wireless Cracking Practice
    6. Web Injection Practice
    Week 6 Assessment 1
    Week 7 Cryptography Basics
    1. Foundations of Cryptography
    2. Classical cryptography
    3. Symmetric algorithms
    4. Asymmetric Algorithm
    5. Symmetric crypto practice
    6. PGP practice
    7. Hash Practice
    8. Practice Stegano, Digital Watermark
    Week to 8. Authentication & VPN
    1. Basic Authentication
    2. What you know, have, who you are
    3. VPN
    4. SSL Practice
    5. VPN Practice
    Week 9: Firewalls
    1. Firewall
    2. IPTables
    3. DMZ
    4. IPTables Practice
    Week 10. IDS
    1. Introduction to IDS
    2. IDS Components
    3. IPS
    4. Honeypot
    5. IDS Practice
    6. Honeypot Practice
    Week 11 Assessment 2
    Week 12 Security System Design
      1. Security system design
      2. Hardening
    Week 13. Malware
    1. Malware
    2. Malware Analysis Techniques
    3. Malware Analysis Practice
    4. Reverse Engineering Practice
    Digital Forensics Week 14.
    1. Digital Forensics
    2. Forensic Engineering
    3. Digital Forensics Practice
    4. Practice Network Forensics
    5. Memory Forensics Practice

    Week 15 Hardening

    1. Hardening Technique
    2. Hardening Practice

    Week 16 Assessment 3

    Course links to other courses

    The Network Security course has course prerequisites:

    1. Computer System

    2. Operating System

    3. Computer Network System

    Learning Outcome Map

    PLO7: Have the ability to build, maintain computer networks, server systems and network security.

    CLO1: Students understand the concept of network security

    CLO2: Students are able to perform attack techniques

    CLO3: Students are able to use defense techniques

    CLO4: Students are able to build network security systems

    Best Practice

    This course is practice-based, each meeting will be given practical training material. Prepare a healthy laptop, then configure the laptop using 2 operating systems, Windows and Linux. The Linux Operating System used is free, but it is highly recommended to use Kali Linux.

    To pass, always do the exercises given. If there is something you don’t understand, you can discuss it with the practicum system.

    Certifications

    Certifications related to this course

    1. EC-Coucil CEH (Certified Ethical Hacking)
    2. ISC2 SSCP (System Security Certified Practitioner)
    3. EC-Council CND (Certified Network Defender)

     

    Course Reference

    1. Stallings, W. (2010). Network Security Essentials:Applications and Standards 4th Edition. Prentice Hall.
    2. Singh, S. (1999). Code Book- The Science of Secrecy from Ancient Egypt to Quantum Cryptography. Anchorbooks
    3. Rash, M. (2007). Linux Firewalls: Attack Detection and Response with IPTables, psad and fwSnort. NoStarch.
    4. Beale, J. (2007). Snort IDS and IPS Toolkit. Syngress.
    5. Sikorski, M. (2012) Practical Malware Analysis: The Hands-On Guide to Dissecting Malicious Software
  •  
     

     

Course Content

7. Kriptografi Lanjut
Capaian Pembelajaran 1. Mahasiswa paham tentang konsep kriptografi Kunci Publik2. Mahasiswa mampu melakukan pengeriman email terenkripMateri Pembelajaran Untuk mengatasi masalah jumlah kunci yang banyak, dikembangkan algoritma kriptografi asimetrik, atau disebut juga algoritma kunci publik. Menggunakan algoritma ini, setiap orang hanya memiliki 2 kunci, yaitu kunci publik dan kunci private. Kunci publik dapat kita bagikan ke orang lain. Kunci private harus kita simpan sendiri. Kedua kunci ini adalah sepasang, untuk membuka pesan rahasia, diperlukan sepasang kunci tersebut.Public Key Cryptography Pada algoritma ini, digunakan kunci yang berbeda untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Enkripsi dilakukan dengan kunci publik, dekripsi dilakukan dengan kunci privat. Kunci ini sepasang. Pesan hanya bisa dibuka, bila 2 kunci tersebut ada.Kelebihan algoritma ini adalah jumlah kunci yang lebih sedikit. Namun proses enkripsi dan dekripsi, membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu dibutuhkan juga mekanisme penyimpanan kunci.Publik Key Infrastructure Publik Key Infrastructure adalah sebuah sistem yang mengatur distribusi digital certificate dan publik key. Sistem ini yang membuat, menyimpan, melakukan validasi, serta mendistribusikan sertifikat digital dan publik key. Public key infrastructure terdiri dari:validation authority (VA) certificate authority (CA) registration authority (RA) Algoritma Kriptografi Publik Berikut ini adalah beberapa algoritma yang menggunakan sistem kriptografi kunci publik:RSA diffie –hellman eliptic curve cryotgraphy (ecc) elgamal dss dll Implementasi Kriptografi Kunci Publik Kriptografi Kunci Publik, dapat juga digunakan untuk beberapa implementasi berikut ini:Digital Signature --> tanda tangan digital Pretty Good Privay (PGP) --> pengamanan email SSH TLS Blockchain dll HASH Hash atau hash function adalah sebuah sistem kriptografi satu arah, yang dapat menghasilkan ciri atau signature dari sebuah data. Berbeda dengan sistem kriptografi lainnya dimana kita dapat melakukan enkripsi dan dekripsi, Hash bersifat satu arah. Hanya merubah pesan menjadi hash. Sebuah hash, tidak bisa dikembalikan menjadi data aslinya. Karena fungsi hash menggunakan perhitungan matematika yang rumit.Kemudian perubahan satu bit saja dari data aslinya akan mengubah keluaran hash secara drastis. Fungsi hash ini digunakan untuk menjamin integritas data, digital signature, serta untuk menyimpan password.Ada beberapa macam algoritma hash: MD4, md5, SHA1, SHA 256 dan SHA 512.Steganografi Kata steganography berasal dari bahasa yunani kuno. Dari kata steganos artinya tersembunyi dan graphein menulis. Jadi steganography artinya teknik menyembunyikan pesan rahasia pada gambar video file suara dll.

8. Autentikasi & VPN
Capaian Pembelajaran 1. Mahasiswa Paham tentang konsep Autentikasi dan VPN2. Mahasiswa dapat menggunakan tools VPN dan AutentikasiMateri Pembelajaran Autentikasi Kata Autentikasi berasal dari bahasa yunani autentikos, artinya asli dan kata autentes yang artinya author. Jadi autentication adalah ilmu untuk memastikan keaslian identitas baik itu orang, proses maupun mesin. Karena komunikasi di internet, kita tidak berhadapan langsung, face-to-face dengan orangnya. Jadi bagaimana cara kita memastikan bahwa kita sedang berkomunikasi dengan orang yang asli.Teknik Autentikasi Ada tiga teknik autentikasi yang bisa digunakan yaitu: what you know: menggunakan sesuatu yang anda ketahui what you have: menggunakan sesuatu yang anda miliki who you are: atau menggunakan sesuatu dari diri anda. Kelemahan Masing –masing teknik autentikasi ternyata memiliki kelemahan masing-masing.Untuk what you know, contohnya password kelemahannya adalah bisa ditebak, maupun dicrack. Kemudian what you have seperti rfid kelemahannya adalah mudah dicuri lupa atau hilang dan bisa diperbanyak teknik who you are biometrik biayanya mahal dan kelemahannya dapat digandakan dengan teknik khusus. Multi Factor Authentication Seperti telah kita pelajari masing-masing teknik autentikasi/ memiliki kelemahannya masing-masing. Untuk itu digunakan teknik multi factor authentikasi, maksudnya kita menggunakan beberapa teknik autentikasi secara bersama-sama.one factor authentikasi adalah teknik autentikasi yang telah kita pelajari sebelumnya hanya menggunakan satu teknik saja misalnya password saja atau rfid saja dll. two factor authentication maksudnya menggunakan 2 faktor autentikasi yang berbeda, Misalnya seperti atm kita butuh kartu atm dan pin berarti what you have dan what you know. three faktor authentication menggunakan 3 teknik berbeda sekaligus VPN VPN adalah virtual private network. Sebelum mengirimkan data vpn membuat tunnel terlebih dahulu antara pengirim dan penerima. Tunnel ini bagaikan sebuah terowongan atau pipa yang khusus digunakan, untuk pengiriman data antara pengirim dan penerima. Setelah tunnel ini dibangun, baru datanya dikirimkan. Data yang dikirimkan juga diamankan dengan enkripsi.

9. Firewall & IPTables
Capaian Pembelajaran 1. Mahasiswa paham tentang Firewall2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IPTablesMateri Pembelajaran Firewall artinya tembok api. Pada jaman dahulu, tembok api adalah sebuah dinding yang dibuat untuk mencegah penyebaran api. Biasanya tembok ini dibuat di antara 2 bangunan. Pada saat itu sering terjadi kebakaran. Kebakaran di satu rumah, dapat cepat menyebar ke bangunan lainnya. Untuk itulah dibangun tembok api.Firewall Pada jaringan firewall adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk melindungi komputer dari penyerang. Firewall ini membagi jaringan menjadi 2: jaringan internal dan jaringan eksternal. semua paket data yang keluar masuk jaringan harus melalui firewall terlebih dahulu.Firewall tugasnya adalah melakukan monitoring paket mana saja yang boleh masuk dan paket mana yang boleh keluar. Firewall juga memiliki rules yang mengatur keluar masuk data. Isinya adalah mengijinkan paket tertentu atau memblok paket data tersebut.Ketika melakukan monitoring/ firewall membaca:alamat ip pengirim alamat ip tujuan port yang digunakan jenis paket yang dikirimkan Kemudian firewall akan membandingkan dengan daftar rules. Misalnya dalam rules disebutkan alamat IP tertentu harus diblokir, maka Firewall akan melakukan blok atau drop terhadap paket yang berasal dari alamat IP tersebut.Tipe Firewall packet filtering circuit level gateway application level gateway statefull multilayer inspection firewall Arsitektur FirewallScreening Router Screening Host Screening Subnet DMZ DMZ adalah demiliterized zone, atau zona khusus, atau zona netral. DMZ adalah area khusus untuk menyediakan layanan publik. Misalnya web server, mail server, dns, ftp, voip dll. DMZ harus terpisah dari jaringan internal. DMZ memiliki kebijakan yang berbeda, dengan jaringan internal.IPTables IP Tables adalah aplikasi firewal standar yang ada di semua distro linux. Iptables merupakan tabel yang isinya adalah aturan atau rules. Rules mengatur paket mana yang boleh lewat dan paket mana yang tidak boleh.Ada 3 tabel di IP Tables:tabel input tabel forward tabel output Tabel input mengatur data yang boleh masuk ke jaringan internal Tabel forward mengatur paket yang diteruskan Tabel output mengatur paket mana saja yang boleh keluar ke jaringan eksternal

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet
  • Instructor
    Telkom University
  • Language
    English
Secret Link